Kader Militan Apa Kader Penumpang?

 

(Dok:Istimewa

Oleh : M. Rozien Abqoriy*

Kembali kepada cerita lama, bahwa didalam sebuah lembaga, ataupun organisasi, khususnya  HmI. Memiliki kategori istilah kader, yaitu kader militan dan kader yang hanya jadi penumpang. Harusnya mana nih yang perlu kita pilih atau kita sadari peran yang perlu kita utamakan? 

Sebelum membahas lebih jauh, kita perlu untuk memahami dari istilah yang selalu jadi ucapan keseharian kita, tentunya di dalam sebuah organisasi. 

Kader adalah sebutan bagi anggota dalam sebuah organisasi. Kenapa masih ada istilah anggota? apa bedanya kader dengan anggota ? Menurut KBBI “kader adalah seseorang yang diharapkan akan memegang peran penting dalam pemerintahan”. Sedangkan menurut pedoman perkaderan HMI “kader adalah sekelompok orang yang terorganisir secara terus menerus dan akan menjadi tulang punggung bagi kelompok yang lebih besar”. Kader adalah orang yang sadar akan tanggungjawabnya yaitu mewujudkan visi dan misi organisasi. Sedangkan anggota adalah seorang yang terdaftar dalam organisasi dan hanya untuk menjadi bagian organisasi. 

Memperhatikan dari dua istilah ini, sedikit bisa membuat kita mengartikan bahwa perbedaannya ada pada fungsinya, seperti seorang anggota itu berbeda dari kader. Anggota hanya bersifat ikut-ikutan saja (bisa dibilang anomi atau cenderung apatis dengan keadaan), sedangkan kader ialah yang telah memiki kesadaran akan fungsi dan tanggungjawab sebagai agen perubahan, manifestasi dari cita-cita luhur organisasi atau sederhananya adalah sebagai misionaris. 

Diakui atau tidak, semangat berorganisasi memang terkadang naik turun, ketika sedang turun layaknya seperti kerupuk yang tersiram air, melempem. Disaat sedang naik, semangatnya begitu berapi-api. Tetapi. seorang kader adalah anggota organisasi yang tidak mengenal semangat musiman, harusnya seperti itu. Karena sejatinya memilih menjadi bagian dari organisasi adalah sebuah keberanian mengambil konsekuensi, mempertaruhkan waktu, pikiran dan tenaga demi kemajuan bersama didalam organisasi. Sudah pernah dengar istilah bahwa "di organisasi jangan pernah mencari penghidupan, melainkan jadilah salah satu dari orang yang menghidupkan", ?

Hal sederhana juga dari kader adalah dia yang senantiasa istiqomah memperjuangkan dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan organisasi, melalui kreativitas, inovasi dan memiliki gagasan yang visioner.

Bagaimana tentang kader penumpang ? Istilah kader penumpang ini saya dapatkan dalam sebuah diskusi “Ngaji Bareng” dari Forum Kajian Insan Cita milik organisasi Himpunan Mahasiswa islam (HMI). Disitu dijelaskan, bahwa kader penumpang adalah seseorang yang hanya sebatas menumpang dalam segala hal, seperti numpang tidur, sebatas berkeinginan menambah curriculum vitae, sebatas bersenang-senang dan bangga dengan segala atribut yang dikenakan, tapi lupa untuk memiliki keinginan membaca dan mencari tau kembali esensi dari apa yang telah diikuti. Secara umum kader penumpang adalah tidak menjadi bagian yang juga  mengoperasikan atau istilahnya “tidak ikut andil berkontribusi penuh untuk tujuan yang telah ditetapkan”.

Kita ambil contoh lagi, disetiap organisasi tentu memiliki tujuan mulianya masing-masing, misalnya dapat menjadi manusia yang pintar ataupun bermanfaat. Kesadaran yang pertama adalah memahami apa itu pintar, apa itu bermanfaat dan bagaimana prosesnya sebelum mencapai dua hal tersebut ? Hal dasar seperti itu yang perlu menjadi bekal pertama untuk menjadi kader terkhusus bagian dari sebuah organisasi.

Kemudian, lantas bagaimana caranya menjadi seorang kader militan ? Militan adalah orang yang memiliki semangat yang tinggi, penuh gairah, berhaluan keras untuk membina suatu organisasi. Sangat mudah ketika ingin menjadi kader militan, ialah dengan kembali kepada setiap individu masing-masing. Pertama adalah semangat yang tinggi untuk mengkontribusikan waktunya untuk hal baik dan positif. Artinya memiliki kerelaan untuk sedikit berlelah-lelah ataupun menjauh dari bermalas-malasan dan lain sebagainya. 

Kedua, ia harus senantiasa mau untuk menjemput bola atau mencari tau sendiri tentang apa yang ia inginkan, seperti dalam perihal menambah wawasan, pengalaman, berdiskusi, membaca buku dan lain sebagainya. Ketiga adalah mempelajari nilai-nilai yang diajarkan organisasi yang diikuti, dengan itu akan tercapainya pemahaman tentang tujuan dan cara untuk meraihnya.

Hal ini adalah tugas kita bersama, dalam menjadi seorang kader dan generasi penerus bangsa. Pemuda-pemuda yang tergabung sejatinya adalah bagian dari penerus dan penentu arah bangsa ke depan. Sudah terbayang gambaran masa depan bangsa, dari pemuda yang berada dalam organisasi sebagai kader sudah seperti apa?

Mari terus bersama-sama, untuk tetap tegak lurus terhadap tujuan mulianya masing-masing. Karena selain semuanya butuh proses yang memakan waktu, juga membutuhkan niat yang kokoh atas setiap pilihan yang ia tetapkan sendiri. Yakini dari hari ini bahwa semua hal yang akan kita lakukan adalah demi kebaikan dan kemajuan kita sendiri dan orang lain, kita sama-sama mengusahakan untuk dapat tetap berada dalam jalur yang tepat, kemudian untuk dapat bisa sampai terhadap apa yang dicitakan-citakan, kita perlu untuk senantiasa belajar berjalan beriringan untuk menjadi penyampai nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai kemanusiaan yang juga disesuaikan dengan tujuan-tujuan didalam organisasi.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat terhadap diri sendiri, terlebih terhadap kita semua yang mengaku menjadi bagian dari organisasi, semoga menjadi catatan yang bermanfaat untuk penulis, lebih-lebih juga kepada pembaca, amin.

#Penulis Merupakan Alumni Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Madura

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan Segala Kecanggihannya

Menyoal Kader yang Dijinakkan oleh Romantisme Politik

RAK direncanakan, Proker hanya Sekedar Arsip, Pengurus Kerja atau tidur?