Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2022

Analisa yang Ambigu

Gambar
 Aku masih belum mengerti tentang filosofi kenapa dan bagaimana. Karena semua itu seakan terus datang dalam permukaan fikiran dibawah alam sadar semesta, Tentang dunia yang terasa semakin pilu, namun masih ingin kujalani tanpa mengedepankan nafsu. Datang, menjauh, pergi lalu hilang, selalu menjadi hiasan warna-warni hidup yang terkadang sulit difahami, padahal, ya memang seperti itulah hidup.  Mengenal tawa, namun terkadang lupa dengan duka. Terlalu terikat oleh huru-hara, sehingga terkadang juga lupa akan adanya suka. Memaknai tanpa adanya sedikit campuran rasa, Seolah manusia selalu perlu untuk diberikan seribu tanda tanya. Semesta yang mereka agungkan, ternyata masih membingungkan, hanya perihal mendefinisikan suatu hal, yang menjadikannya sebagai kaum-kaum yang lupa akan eksistensial. Aku yang lamban, namun selalu memaksakan untuk menjadi Insan yang tak peduli akan kegagalan. Memandang masa depan, meski terkesan suram, akan selalu menjadikan kesuraman sebagai pelangi yang ...

Aksara Terlahir Sengsara

Gambar
  Oleh : M. Rozien Abqoriy* Dalam kenang, ku ingat akan Puisi yang selalu ada dalam ingatan Kenapa ? Karena dalam ruang-ruang kecapi di lorong-lorong sunyi, kutemukan bait-bait Puisi yang berserakan tanpa pemilik. Kucoba telusuri lagi, ternyata ia memang tak berpenghuni. Bait itu lahir tanpa orang tua, bersemayam mengikuti keresahan.  Ternyata Puisi itu tidak hanya perihal kedamaian. Ternyata Puisi itu tidak hanya perihal ketenangan, sunyi dan hening. Semua itu menyatu, mengalir dalam derasnya narasi dan dituangkan dalam secangkir kopi, yang sering ku sebut - sebut sebagai Puisi. Hari Puisi Nasional 28 april kali ini, ku persembahkan tawa yang paling pahit,  Dari keresahan yang kurawat dan kujahit sendiri. 28 April bukan hanya tentang Indahnya, namun tentang perpaduan pahit manisnya Pamekasan, 28 April 2022 M.rozien.ar