Analisa yang Ambigu

Aku masih belum mengerti tentang filosofi kenapa dan bagaimana. Karena semua itu seakan terus datang dalam permukaan fikiran dibawah alam sadar semesta, Tentang dunia yang terasa semakin pilu, namun masih ingin kujalani tanpa mengedepankan nafsu. Datang, menjauh, pergi lalu hilang, selalu menjadi hiasan warna-warni hidup yang terkadang sulit difahami, padahal, ya memang seperti itulah hidup. Mengenal tawa, namun terkadang lupa dengan duka. Terlalu terikat oleh huru-hara, sehingga terkadang juga lupa akan adanya suka. Memaknai tanpa adanya sedikit campuran rasa, Seolah manusia selalu perlu untuk diberikan seribu tanda tanya. Semesta yang mereka agungkan, ternyata masih membingungkan, hanya perihal mendefinisikan suatu hal, yang menjadikannya sebagai kaum-kaum yang lupa akan eksistensial. Aku yang lamban, namun selalu memaksakan untuk menjadi Insan yang tak peduli akan kegagalan. Memandang masa depan, meski terkesan suram, akan selalu menjadikan kesuraman sebagai pelangi yang ...